Jumat, 07 Juni 2013

Cerpen Remaja ^CINTA PERTAMA NAINA^



CERPEN REMAJA
Karya: Maya Marliana Sharma


^^CINTA  PERTAMA  NAINA^^

          
  Pagi hari pukul 06:30. Aku melihat dia sedang merangkul tas rangselnya tengah berjalan dengan gaya coolnya di koridor sekolah menuju kelas. Sementara mataku tak henti-hentinya memandang wajah tampan dan gantengnya dia. Dengan hati berbunga-bunga, sembari berjalan di tengah lapangan. Sepertinya kunang-kunang juga tengah menari di wajahku. Lebay! Maklum saya lagi jatuh cinta, muehehe... Tiba-tiba.. BRUUKK..!!! tuing.. tuing.. tuing...!!! Mendadak banyak bintang mengelilingi kepalaku. Haduh.. pusing..!! jidatku kejedot tiang bendera. Huassemm..!! Aku ditertawakan oleh anak-anak yang melihatnya. “Woy.. bantuin kali.. malah diketawain..” protesku di dalam hati. Dengan kesal, geram. Muka merah bak kesiram air keras, saking malunya.
            Jam istirahat pukul 09:30. Dengan hati berbunga-bunga, kusandarkan pundakku ke tiang tembok, sembari memandang pemandangan yang indah dari yang lebih indah. Memandangnya.. dia.. Reyhan Agusd Putra! Cowok ganteng, cool, tampan membahana, keren badai, sedang bermain basket bersama kawan-kawannya. Dia peke kaos basket tambah coooolll badaiiii... Aku menatap si ketua osis yang banyak dikejar –kejar cewek itu dengan tiada berkedip. Oh.. sungguh.. Reyhan.. kau tampan sekali. Pujiku di dalam hati. Mendadak angin membelai rambut panjangku. Hatiku semakin terpana. Rasanya aku ingin terjun ke lapangan berlari-lari sambil nyanyi india. Jiaaahhh....!!! Tiba-tiba... DUGH..!!! kluyeng.. kluyeng.. kluyeng.. ribuan bintang menari-nari di kepalaku. Baru saja jidatku sembuh, sekarang jidatku tersenter bola basket. Pusing, mabok, mual, dan ahh.. semaput..
            Bangun-bangun aku langsung ada di UKS. Kuperjap-perjapkan mataku. Di samping kiriku Cicih dan Ayu kedua sahabatku yang usil. Dan di samping kananku.. Wii... aku gak mimpi kan? Reyhan tengah duduk di samping kananku. Pangeran impianku. Oh tidak! Hatiku cenat cenut.. ea.. ea..
            “Syukurlah loe udah bangun. Sory tadi gue gak sengaja nyenter bola ke eloe.” kata Reyhan. Hatiku langsung semriwing..!!
            “Iyah, gak papa kok.” Ucapku sengaja dilemes-lemesin supaya dia tambah kasihan. Muehehehe... :D
            “Ya udah, yang penting sekarang loe udah sadar. Jadi, gue gak ada masalah lagi.” Reyhan langsung cabut keluar. Hadahh.. main keluar gitu aja. Kirain rambut gue mau dielus-elus gitu kayak di sinetron-sinetron. Protesku dalam hati. L
            Pulang sekolah. Pukul 14:00. Ceritanya aku lagi nungguin taksi di depan gerbang sekolah. Jiah.. taksi, bukan deh, maksudnya angkot, biar gak ketahuan desonya gitu. Xixixi.. J. Tak berapa lama si angkotpun muncul. Tanganku segera melambai-lambai agar tu angkot berhenti di depanku. Stop! Teriakku. Angkotpun nurut dan mau  berhenti di depanku. Walaupun di dalamnya udah hampir penuh sama penumpang. Ketika kakiku hendak melangkah menuju pintu angkot, dengan tak sengaja menyandung batu besar di depanku, dan terjadilah aku.. aa... mau jatuh. Tiba-tiba ada yang menahanku dari belakang. Mataku terbelalak. Oh my god! Reyhan menahan pundakku dengan sedikit agak dipeluk. Aku mimpi tidak? Suara suit suit prikitiw, ciyeeh, sampai susah suit pun terdengar di dalam angkot sana, penumpangnya pada menggoda. Aku menatap matanya Reyhan yang indah itu. Sungguh, ini adegan kayak di film-film india. Namun tiba-tiba.. Gubrakkk!! Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Reyhan malah menjatuhkan aku. Lantas aku ditertawakan orang-orang di dalam angkot. Pantatku rasanya sakit sekali. Nyesss.. gitu rasanya.
            “Sory, kelepasan.. habis loe berat sih..” katanya sambil cengengesan, kemudian pergi. Aihh.. wong sarap! Tapi tetap I Love You...
            Aku segera berdiri. Kuanggap semua tidak terjadi apa-apa. di dalam angkot lagi-lagi aku diketawain sama orang-orang yang rata-rata anak sekolahan semua. Jiahh.. puas loe ngaetawain gue.. Dengusku dalam hati.
***
“Cucuuur... kue cucuuur... kue cucurnya om.. tante....” teriakku sembari mendendeng keranjang yang berisi kue cucur. Beginilah pekerjaanku setelah pulang sekolah. Jualan kue cucur buatan ibu. Lumayanlah buat nambah-nambahin biaya sekolah. Maklum, aku ini orang serba kekurangan. Aku yatim, dan hanya tinggal bersama ibu dan adikku.
            “Cucuuuur... kue cucuur..” teriakku kembali. Saat hendak nyebrang, tiba-tiba ada mobil dengan melaju kencang. Kakiku bergetar kuat, sehingga aku tak dapat berpaling. Dan... aaa.... aku teriak sampai kujatuhkan keranjang yang berisi daganganku itu. Mataku masih merem. Ah! Aku masih hidup. Desisku dalam hati. Setelah kubuka mata, mobilnya ternyata mengerem tepat di depanku. Jantungku deg-degan, tatkala si pengemudi mobil itu membuka pintu mobilnya, dan.. oh tidak! Lagi-lagi.. Reyhan? Aku bertemu lagi dengan Reyhan? Ah, apa iya?
            “Kamu? Kamu lagi, kamu lagi.” sahut laki-laki berjacket putih itu. “Hampir aja kamu aku tabrak. Makanya kalau mau nyebrang tuh hati-hati.” Ucap dia malah memarahiku. Sekarang aku makin tahu sifatnya Reyhan. Angkuh sekali dia. Aku tak segan menimpalinya.
            “Eh. Kamu tuh yang seharusnya hati-hati. Bawa mobil udah kayak orang mabok. Loe pikir ini jalan nenek moyang loe apah? Nih liat dagangan gue jadi berantakan. Pokonya loe harus ganti semuanya.” Dia pun kembali ngotot.
            “Apa loe bilang? Gue harus ganti sampah-sampah ini? Gak penting tahu gak!” ucapnya menyentak, kemudian pergi menuju mobilnya. Kesabaranku sudah habis dengan kelakuan dia. Benar-benar sudah habis.
            “Dasar cowok sombong! Angkuh! Arogan! Bisa-bisanya gue cinta mati sama cowok kayak loe..” Upss.. aku langsung menutup mulutku. Jiah.. kenapa pake keceplosan segala sih. Reyhan langsung berhenti dari langkahnya, tetapi dia tak memalingkan mukanya. Setelah beberapa lama diam dekat mobil, dia kembali masuk ke mobilnya dan pergi. Tiba-tiba saja hatiku merasa lemah, menciut tak berdaya. Bodoh! Bodohnya diriku. Kenapa aku sampai keceplosan bilang cinta sama dia. Buktinya, dia juga tidak merespon ungkapanku yang tidak sengaja tadi. Aaaarrghh.. bodoh banget sih aku. Rasanya aku pengen nangis. Mana daganganku pada jatuh semua. Sungguh, ini hari yang sangat menyebalkan.!!!

***
            Pagi-pagi saat masuk kelas, aku dikejutkan dengan setangkai bunga mawar pink dan sepucuk surat yang tergeletak di atas mejaku. Kemudian langsung kubuka surat dengan kertas merah jambu itu. Romantis banget. Aku tersenyum.
~Lihatlah, dia sungguh polos dan luguh. Dia sungguh manis dan membuatku tak berhenti membayangkannya. Dia gadis yang beda. Kepolosan dan keluguannya yang membuat aku ingin sekali mengenal dia lebih dekat. Namanya Naina Senja Rahayu. Yang setiap hari ternyata selalu memperhatikan aku. Yang setiap hari diam-diam selalu mencari tahu tentang aku. Aku sangat terkesima. Karena aku pun diam-diam suka memperhatikannya. Naina, kamulah cinta pertamaku.. From Reyhan..~ Aku terbelalak setelah membaca surat itu. Apa aku tidak salah baca? Surat ini dari Reyhan? Ciyus.. mi apah? Tiba-tiba hatiku mendadak loncat-loncat, setelah kemarin aku dibuat kesal setengah mati olehnya. Semoga saja ini bukan kerjaan orang iseng yang sengaja pengen buat aku ge’er. Semoga surat ini benar-benar nyata dari Reyhan. Terbang hatiku ke udara melambung tinggi. Mencium mawar pink itu dengan rasa bahagia tiada terkira. Rasanya aku ingin pergi ke kebut teh, dan manjat daun teh sambil bilang puucuk.. puucuk.. puucuk.. muehehe.. I am happy somach.
            Aku segera pergi mencari Reyhan untuk mendapatkan kepastian. Karena ini seperti mimpi. Mendadak Reyhan menulis surat dan memberikan mawar itu kepadaku. Masih ragu sih sebenarnya. Dan akhirnya kutemukan dia tengah minum teh botol di kantin. Jantungku mendadak tak karuan. Berdebar hebat. Apa harus aku samperin dia dan bertanya soal surat ini? Aih.. aku grogi, sangat.. Aku hanya berdiri di luar kantin, memandang Reyhan yang tengah duduk sendiri melalui kaca kantin. Dan tanpa sengaja, Reyhan ternyata melihatku dari luar. Jiah.. malu aku. Dia mau kesini? Ah, ya. Dia mau kesini. Segera kurapikan baju dan rambutku. Setelah itu, Reyhan tiba di hadapanku dengan membawa minumannya. Dia tersenyum. Kubalas dengan senyuman yang kaku plus gugup.
            “Ternyata dari tadi kamu liatin aku lagi duduk disitu yah?” katanya. Aku harus jawab apa? sumpah, aku grogi dan malu.
            “Emh.. enggak juga..” ucapku terbata-bata. Bergetar hebat.
            “Sudahlah lupakan. Oyah, kamu sudah baca suratku?” tanya dia. Yipi.. yipi.. ternyata surat itu benar dari Reyhan. Sungguh bahagia hatiku. :D
            “Iyah, aku sudah baca semuanya.” Kataku.
            “Mungkin kamu bertanya-tanya. Kenapa tiba-tiba aku menulis surat itu kepadamu. Kalau kamu ingin tahu jawabannya. Sore ini aku tunggu kamu di danau singkabang. Itu juga kalau kamu mau datang untuk menjamput cinta pertamamu. Kalau tidak juga gak papa.” Reyhan kembali meneguk teh botolnya. Dia tersenyum manis, semanis teh yang dia minum. Kemudian ngeleos pergi dengan harapan aku akan datang ke danau itu. Disaat itu pula, aku tak berhenti tersenyum mesem. Iyah, aku pasti akan datang untuk kamu Reyhan. Aku akan menjemput cinta pertamaku. Aku akan dataaaaanggg.... teriakku dalam hati dengan tidak sabar. Apa yang bakal diungkapkan Reyhan nanti? :)
***
Sore hari, pukul 16:30. Aku sudah berada di danau singkabang, setelah hampir satu jam aku dandan hanya buat Reyhan. Seumur-umur baru kali ini aku pake lipstik warna pink cerah. Gak biasanya. Tapi kata ibu, penampilanku saat ini betul-betul cantik bak cinderella. Hehe... Semua ini aku lakukan untuk Reyhan. :)
            Aku duduk manis di atas bangku panjang berwarna putih di taman danau singkabang itu. Menunggu kedatangan Reyhan. Seperti cinderella yang tengah menunggu pangerannya. Ciyahhh... Detik demi detik kulalui dengan hati yang sabar. Sudah satu jam aku menunggu di sini, nyatanya Reyhan belum kunjung datang. Sekarang waktu sudah menunjukan pukul 17:30. Matahari sebentar lagi mau tenggelam. Tapi mana Reyhan? Kok dia belum datang-datang juga sih?  Aku kesal dan geram. Apa jangan-jangan Reyhan cuma mau ngerjain aku? Katanya aku suruh tunggu di sini, satu jam aku nunggu dia gak datang-datang. Ternyata benar, Reyhan cuma mau ngerjain aku doang. Dia gak sungguh-sungguh. Dia cuma mau buat aku ge’er doang. Ah.. bodoh! Bisa-bisanya aku percaya sama dia. Kecewa...
            Hujanpun turun dengan deras. Aku belum juga beranjak dari tempat ini. Aku membiarkan tubuhku tersiram hujan. Aku berlari di tengah derasnya hujan. Sembari menangis tidak karuan. Di tengah jalan, langkahku terhentikan, tatkala melihat banyak orang dan polisi di sana. Aku melihat ada garis kuning melingkar di sana. Sepertinya ada kecelakaaan. Dengan penasaran, aku menyela-nyela dipadatan orang demi untuk melihat korban kecelakaan itu. Kemudian.... “Astaga! Reyhan!” Aku terkejut bukan main, melihat wajah Reyhan dan tubuhnya bersimpuh darah. Motornya amblas dan rusak parah. Aku mendekati tubuh Reyhan yang tergelatak itu dengan rasa percaya tak percaya. Ternyata benar, itu wajahnya Reyhan. Seketika tangisan langsung menghadangku. “Gak mungkin.. Reyhan..” Aku menjerit histeris. Polisi segera mengamankan suasana. Mayat Reyhan segera dibawa ambulan. Aku terus menjerit bagaikan tersambar petir. Setelah melihat kenyataan yang sungguh mengiris batinku ini.
            “Saya menemukan sebuah bingkisan yang terlempar jauh pada saat kecelakaan. Saya yakin ini milik korban.” kata salah satu polisi kepadaku yang masih menangis histeris di sana, sembari menyerahkan sebuah bingkisan. Di rumah. Aku segera membuka bingkisan itu. Di dalamnya terdapat sebuah boneka beruang kecil berwarna pink, dan bunga mawar merah yang sudah rusak terlindas mobil. Di dalamnya pula ditemukan sepucuk surat dengan kertas merah hati. Aku membuka kertas itu, lalu membacanya dalam hati.
~Aku tahu diam-diam kau sering memperhatikanku. Selalu bertingkah konyol ketika aku ada di hadapanmu. Diam-diam kau juga selalu menarik perhatianku. Itulah kau, Naina. Aku sadar, bahwa aku adalah cinta pertamamu. Dan aku juga sadar, ternyata kau juga cinta pertamaku. setiap kali melihatmu, hatiku tersenyum. Kamu gadis yang lucu, luguh, dan polos. Kamu juga yang telah menyadarkan aku, bahwa cinta tidak perlu dicari kemana-mana, karena cintaku ada di kamu. Kamu harus tahu, bahwa gadis yang aku cintai diam-diam itu adalah kamu. Kamu cinta pertamaku, Naina..~ Secercak airmata berjatuhan di pipiku. Namun masih kusempatkan bibirku untuk tersenyum, untukmu yang telah ada dunia sana. Selamat jalan Reyhan. Kamu adalah cinta pertamaku... (:’_’:)

Selesai



Tidak ada komentar:

Posting Komentar