CERPEN REMAJA
Karya: Maya Marliana Sharma
^^CINTA
PERTAMA NAINA^^
Jam istirahat
pukul 09:30. Dengan hati berbunga-bunga, kusandarkan pundakku ke tiang tembok,
sembari memandang pemandangan yang indah dari yang lebih indah. Memandangnya..
dia.. Reyhan Agusd Putra! Cowok ganteng, cool, tampan membahana, keren badai,
sedang bermain basket bersama kawan-kawannya. Dia peke kaos basket tambah
coooolll badaiiii... Aku menatap si ketua osis yang banyak dikejar –kejar cewek
itu dengan tiada berkedip. Oh.. sungguh.. Reyhan.. kau tampan sekali. Pujiku di
dalam hati. Mendadak angin membelai rambut panjangku. Hatiku semakin terpana.
Rasanya aku ingin terjun ke lapangan berlari-lari sambil nyanyi india.
Jiaaahhh....!!! Tiba-tiba... DUGH..!!! kluyeng.. kluyeng.. kluyeng.. ribuan
bintang menari-nari di kepalaku. Baru saja jidatku sembuh, sekarang jidatku
tersenter bola basket. Pusing, mabok, mual, dan ahh.. semaput..
Bangun-bangun
aku langsung ada di UKS. Kuperjap-perjapkan mataku. Di samping kiriku Cicih dan
Ayu kedua sahabatku yang usil. Dan di samping kananku.. Wii... aku gak mimpi
kan? Reyhan tengah duduk di samping kananku. Pangeran impianku. Oh tidak!
Hatiku cenat cenut.. ea.. ea..
“Syukurlah
loe udah bangun. Sory tadi gue gak sengaja nyenter bola ke eloe.” kata Reyhan.
Hatiku langsung semriwing..!!
“Iyah, gak
papa kok.” Ucapku sengaja dilemes-lemesin supaya dia tambah kasihan.
Muehehehe... :D
“Ya udah,
yang penting sekarang loe udah sadar. Jadi, gue gak ada masalah lagi.” Reyhan
langsung cabut keluar. Hadahh.. main keluar gitu aja. Kirain rambut gue mau
dielus-elus gitu kayak di sinetron-sinetron. Protesku dalam hati. L
Pulang
sekolah. Pukul 14:00. Ceritanya aku lagi nungguin taksi di depan gerbang
sekolah. Jiah.. taksi, bukan deh, maksudnya angkot, biar gak ketahuan desonya
gitu. Xixixi.. J. Tak berapa lama si
angkotpun muncul. Tanganku segera melambai-lambai agar tu angkot berhenti di
depanku. Stop! Teriakku. Angkotpun nurut dan mau berhenti di depanku. Walaupun di dalamnya
udah hampir penuh sama penumpang. Ketika kakiku hendak melangkah menuju pintu
angkot, dengan tak sengaja menyandung batu besar di depanku, dan terjadilah
aku.. aa... mau jatuh. Tiba-tiba ada yang menahanku dari belakang. Mataku
terbelalak. Oh my god! Reyhan menahan pundakku dengan sedikit agak dipeluk. Aku
mimpi tidak? Suara suit suit prikitiw, ciyeeh, sampai susah suit pun terdengar
di dalam angkot sana, penumpangnya pada menggoda. Aku menatap matanya Reyhan
yang indah itu. Sungguh, ini adegan kayak di film-film india. Namun tiba-tiba..
Gubrakkk!! Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Reyhan malah menjatuhkan aku.
Lantas aku ditertawakan orang-orang di dalam angkot. Pantatku rasanya sakit
sekali. Nyesss.. gitu rasanya.
“Sory,
kelepasan.. habis loe berat sih..” katanya sambil cengengesan, kemudian pergi.
Aihh.. wong sarap! Tapi tetap I Love You...
Aku segera
berdiri. Kuanggap semua tidak terjadi apa-apa. di dalam angkot lagi-lagi aku
diketawain sama orang-orang yang rata-rata anak sekolahan semua. Jiahh.. puas
loe ngaetawain gue.. Dengusku dalam hati.
***
“Cucuuur... kue cucuuur... kue cucurnya
om.. tante....” teriakku sembari mendendeng keranjang yang berisi kue cucur.
Beginilah pekerjaanku setelah pulang sekolah. Jualan kue cucur buatan ibu.
Lumayanlah buat nambah-nambahin biaya sekolah. Maklum, aku ini orang serba
kekurangan. Aku yatim, dan hanya tinggal bersama ibu dan adikku.
“Cucuuuur...
kue cucuur..” teriakku kembali. Saat hendak nyebrang, tiba-tiba ada mobil
dengan melaju kencang. Kakiku bergetar kuat, sehingga aku tak dapat berpaling.
Dan... aaa.... aku teriak sampai kujatuhkan keranjang yang berisi daganganku
itu. Mataku masih merem. Ah! Aku masih hidup. Desisku dalam hati. Setelah
kubuka mata, mobilnya ternyata mengerem tepat di depanku. Jantungku deg-degan,
tatkala si pengemudi mobil itu membuka pintu mobilnya, dan.. oh tidak!
Lagi-lagi.. Reyhan? Aku bertemu lagi dengan Reyhan? Ah, apa iya?
“Kamu? Kamu
lagi, kamu lagi.” sahut laki-laki berjacket putih itu. “Hampir aja kamu aku
tabrak. Makanya kalau mau nyebrang tuh hati-hati.” Ucap dia malah memarahiku.
Sekarang aku makin tahu sifatnya Reyhan. Angkuh sekali dia. Aku tak segan
menimpalinya.
“Eh. Kamu
tuh yang seharusnya hati-hati. Bawa mobil udah kayak orang mabok. Loe pikir ini
jalan nenek moyang loe apah? Nih liat dagangan gue jadi berantakan. Pokonya loe
harus ganti semuanya.” Dia pun kembali ngotot.
“Apa loe
bilang? Gue harus ganti sampah-sampah ini? Gak penting tahu gak!” ucapnya
menyentak, kemudian pergi menuju mobilnya. Kesabaranku sudah habis dengan
kelakuan dia. Benar-benar sudah habis.
“Dasar
cowok sombong! Angkuh! Arogan! Bisa-bisanya gue cinta mati sama cowok kayak
loe..” Upss.. aku langsung menutup mulutku. Jiah.. kenapa pake keceplosan
segala sih. Reyhan langsung berhenti dari langkahnya, tetapi dia tak
memalingkan mukanya. Setelah beberapa lama diam dekat mobil, dia kembali masuk
ke mobilnya dan pergi. Tiba-tiba saja hatiku merasa lemah, menciut tak berdaya.
Bodoh! Bodohnya diriku. Kenapa aku sampai keceplosan bilang cinta sama dia.
Buktinya, dia juga tidak merespon ungkapanku yang tidak sengaja tadi.
Aaaarrghh.. bodoh banget sih aku. Rasanya aku pengen nangis. Mana daganganku
pada jatuh semua. Sungguh, ini hari yang sangat menyebalkan.!!!
***
Pagi-pagi
saat masuk kelas, aku dikejutkan dengan setangkai bunga mawar pink dan sepucuk
surat yang tergeletak di atas mejaku. Kemudian langsung kubuka surat dengan
kertas merah jambu itu. Romantis banget. Aku tersenyum.
~Lihatlah, dia sungguh
polos dan luguh. Dia sungguh manis dan membuatku tak berhenti membayangkannya.
Dia gadis yang beda. Kepolosan dan keluguannya yang membuat aku ingin sekali
mengenal dia lebih dekat. Namanya Naina Senja Rahayu. Yang setiap hari ternyata
selalu memperhatikan aku. Yang setiap hari diam-diam selalu mencari tahu
tentang aku. Aku sangat terkesima. Karena aku pun diam-diam suka
memperhatikannya. Naina, kamulah cinta pertamaku.. From Reyhan..~ Aku terbelalak setelah
membaca surat itu. Apa aku tidak salah baca? Surat ini dari Reyhan? Ciyus.. mi
apah? Tiba-tiba hatiku mendadak loncat-loncat, setelah kemarin aku dibuat kesal
setengah mati olehnya. Semoga saja ini bukan kerjaan orang iseng yang sengaja
pengen buat aku ge’er. Semoga surat ini benar-benar nyata dari Reyhan. Terbang
hatiku ke udara melambung tinggi. Mencium mawar pink itu dengan rasa bahagia
tiada terkira. Rasanya aku ingin pergi ke kebut teh, dan manjat daun teh sambil
bilang puucuk.. puucuk.. puucuk.. muehehe.. I am happy somach.
Aku segera
pergi mencari Reyhan untuk mendapatkan kepastian. Karena ini seperti mimpi.
Mendadak Reyhan menulis surat dan memberikan mawar itu kepadaku. Masih ragu sih
sebenarnya. Dan akhirnya kutemukan dia tengah minum teh botol di kantin.
Jantungku mendadak tak karuan. Berdebar hebat. Apa harus aku samperin dia dan
bertanya soal surat ini? Aih.. aku grogi, sangat.. Aku hanya berdiri di luar
kantin, memandang Reyhan yang tengah duduk sendiri melalui kaca kantin. Dan
tanpa sengaja, Reyhan ternyata melihatku dari luar. Jiah.. malu aku. Dia mau
kesini? Ah, ya. Dia mau kesini. Segera kurapikan baju dan rambutku. Setelah
itu, Reyhan tiba di hadapanku dengan membawa minumannya. Dia tersenyum. Kubalas
dengan senyuman yang kaku plus gugup.
“Ternyata
dari tadi kamu liatin aku lagi duduk disitu yah?” katanya. Aku harus jawab apa?
sumpah, aku grogi dan malu.
“Emh..
enggak juga..” ucapku terbata-bata. Bergetar hebat.
“Sudahlah
lupakan. Oyah, kamu sudah baca suratku?” tanya dia. Yipi.. yipi.. ternyata
surat itu benar dari Reyhan. Sungguh bahagia hatiku. :D
“Iyah, aku
sudah baca semuanya.” Kataku.
“Mungkin
kamu bertanya-tanya. Kenapa tiba-tiba aku menulis surat itu kepadamu. Kalau
kamu ingin tahu jawabannya. Sore ini aku tunggu kamu di danau singkabang. Itu
juga kalau kamu mau datang untuk menjamput cinta pertamamu. Kalau tidak juga
gak papa.” Reyhan kembali meneguk teh botolnya. Dia tersenyum manis, semanis
teh yang dia minum. Kemudian ngeleos pergi dengan harapan aku akan datang ke
danau itu. Disaat itu pula, aku tak berhenti tersenyum mesem. Iyah, aku pasti
akan datang untuk kamu Reyhan. Aku akan menjemput cinta pertamaku. Aku akan
dataaaaanggg.... teriakku dalam hati dengan tidak sabar. Apa yang bakal
diungkapkan Reyhan nanti? :)
***
Sore hari, pukul 16:30. Aku sudah
berada di danau singkabang, setelah hampir satu jam aku dandan hanya buat
Reyhan. Seumur-umur baru kali ini aku pake lipstik warna pink cerah. Gak
biasanya. Tapi kata ibu, penampilanku saat ini betul-betul cantik bak
cinderella. Hehe... Semua ini aku lakukan untuk Reyhan. :)
Aku duduk
manis di atas bangku panjang berwarna putih di taman danau singkabang itu.
Menunggu kedatangan Reyhan. Seperti cinderella yang tengah menunggu
pangerannya. Ciyahhh... Detik demi detik kulalui dengan hati yang sabar. Sudah
satu jam aku menunggu di sini, nyatanya Reyhan belum kunjung datang. Sekarang
waktu sudah menunjukan pukul 17:30. Matahari sebentar lagi mau tenggelam. Tapi
mana Reyhan? Kok dia belum datang-datang juga sih? Aku kesal dan geram. Apa jangan-jangan Reyhan
cuma mau ngerjain aku? Katanya aku suruh tunggu di sini, satu jam aku nunggu
dia gak datang-datang. Ternyata benar, Reyhan cuma mau ngerjain aku doang. Dia
gak sungguh-sungguh. Dia cuma mau buat aku ge’er doang. Ah.. bodoh!
Bisa-bisanya aku percaya sama dia. Kecewa...
Hujanpun
turun dengan deras. Aku belum juga beranjak dari tempat ini. Aku membiarkan
tubuhku tersiram hujan. Aku berlari di tengah derasnya hujan. Sembari menangis
tidak karuan. Di tengah jalan, langkahku terhentikan, tatkala melihat banyak
orang dan polisi di sana. Aku melihat ada garis kuning melingkar di sana.
Sepertinya ada kecelakaaan. Dengan penasaran, aku menyela-nyela dipadatan orang
demi untuk melihat korban kecelakaan itu. Kemudian.... “Astaga! Reyhan!” Aku
terkejut bukan main, melihat wajah Reyhan dan tubuhnya bersimpuh darah.
Motornya amblas dan rusak parah. Aku mendekati tubuh Reyhan yang tergelatak itu
dengan rasa percaya tak percaya. Ternyata benar, itu wajahnya Reyhan. Seketika
tangisan langsung menghadangku. “Gak mungkin.. Reyhan..” Aku menjerit histeris.
Polisi segera mengamankan suasana. Mayat Reyhan segera dibawa ambulan. Aku
terus menjerit bagaikan tersambar petir. Setelah melihat kenyataan yang sungguh
mengiris batinku ini.
“Saya
menemukan sebuah bingkisan yang terlempar jauh pada saat kecelakaan. Saya yakin
ini milik korban.” kata salah satu polisi kepadaku yang masih menangis histeris
di sana, sembari menyerahkan sebuah bingkisan. Di rumah. Aku segera membuka
bingkisan itu. Di dalamnya terdapat sebuah boneka beruang kecil berwarna pink,
dan bunga mawar merah yang sudah rusak terlindas mobil. Di dalamnya pula
ditemukan sepucuk surat dengan kertas merah hati. Aku membuka kertas itu, lalu
membacanya dalam hati.
~Aku tahu diam-diam kau
sering memperhatikanku. Selalu bertingkah konyol ketika aku ada di hadapanmu.
Diam-diam kau juga selalu menarik perhatianku. Itulah kau, Naina. Aku sadar,
bahwa aku adalah cinta pertamamu. Dan aku juga sadar, ternyata kau juga cinta
pertamaku. setiap kali melihatmu, hatiku tersenyum. Kamu gadis yang lucu,
luguh, dan polos. Kamu juga yang telah menyadarkan aku, bahwa cinta tidak perlu
dicari kemana-mana, karena cintaku ada di kamu. Kamu harus tahu, bahwa gadis
yang aku cintai diam-diam itu adalah kamu. Kamu cinta pertamaku, Naina..~ Secercak airmata
berjatuhan di pipiku. Namun masih kusempatkan bibirku untuk tersenyum, untukmu
yang telah ada dunia sana. Selamat jalan Reyhan. Kamu adalah cinta pertamaku...
(:’_’:)
Selesai

Tidak ada komentar:
Posting Komentar